post image

Norimarna, Pasca Kabut Asap Tingkat Penderita ISPA Naik Dari 600 Hingga 800 Kasus

  • Administrator
  • 13 Okt 2026
  • KESEHATAN
  • 17 Lihat

Ambon, CM- Jumlah warga yang menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Ambon, Maluku, meningkat di tengah paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam dua pekan terakhir meningkat.

Kepada Citramaluku saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr Johan S. Norimarna, mengatakan hingga Selasa (13/10/2026), jumlah kasus ISPA tercatat sekitar 600 naik menjadi 800 kasus.
Angka tersebut meningkat menurutnya, dibandingkan September 2026 yang berada di kisaran 600 kasus.
“Terakhir ini 800-an, dari 600 kasus sebelumnya. Memang ada peningkatan, sampai hari ini” katanya.
Dia menjelaskan, bahwa kasus ISPA tersebut ditemukan hampir di seluruh puskesmas yang tersebar di lima kecamatan di Kota Ambon.
Selain peningkatan kasus ISPA, Dinas Kesehatan juga mencatat adanya peningkatan pasien dengan riwayat asma dan bronkitis dalam beberapa hari terakhir.
Katanya lagi, peningkatan kasus tersebut perlu diwaspadai, terutama karena kabut asap yang menyelimuti Ambon tidak hanya berasal dari kebakaran di wilayah kota, tetapi juga terbawa dari daerah lain.
Kelompok Rentan dia  mengingatkan paparan kabut asap memiliki risiko lebih besar terhadap kelompok rentan, seperti balita, anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat asma dan bronkitis.
Menurut dia, asap mengandung sejumlah polutan, termasuk partikel PM10, PM2.5, dan ozon yang dapat masuk ke saluran pernapasan.
“Kelompok rentan itu balita, anak-anak, lansia, ibu hamil, orang dengan riwayat asma dan bronkitis. Mereka lebih rentan terhadap kabut asap,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Kota Ambon juga memberikan perhatian khusus kepada warga yang melakukan aktivitas fisik di luar ruangan.
Johan menjelaskan, saat berolahraga, frekuensi dan volume pernapasan seseorang meningkat sehingga paparan udara yang tercemar dapat masuk lebih banyak ke dalam sistem pernapasan.
Karena itu, masyarakat diminta menghindari aktivitas olahraga di luar ruangan ketika kondisi kualitas udara masih buruk.
“Orang yang berolahraga bernapas lebih cepat. Kalau terus terpapar, partikel dari udara itu bisa masuk lebih banyak ke paru-paru,” katanya.
Pemkot Bagikan Masker
Untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat kabut asap, Pemerintah Kota Ambon mulai membagikan masker kepada masyarakat serta meningkatkan sosialisasi mengenai bahaya paparan asap.
Johan mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara belum membaik.
Bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker dianjurkan untuk mengurangi paparan partikel debu dan polutan dari udara.
“Khusus kelompok rentan, kalau tidak ada aktivitas penting, sebaiknya jangan keluar rumah,” ujarnya.
Ia berharap kondisi udara segera membaik sehingga aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar, dapat kembali berjalan normal.
Pemerintah Kota Ambon sebelumnya juga mengambil langkah dengan menerapkan pembelajaran secara daring sementara bagi peserta didik, sambil memantau perkembangan kondisi udara dalam beberapa hari ke depan.(CM/HC).

0 Komen