15 Finalis Tampil Maksimal, Kanim Ambon Harap Lahir Penyanyi Berbakat
- Administrator
- Sabtu, 15 Agustus 2026 23:49
- 14 Lihat
- SOSIAL - BUDAYA
Ambon,CM — Lomba menyanyi yang digelar Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Ambon dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia memasuki babak final dengan diikuti 15 peserta terbaik.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Imigrasi Ambon, Sabtu (15/8/2026). Para finalis tampil menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri untuk memperebutkan gelar juara.
Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas I TPI Ambon, Eben Rifqi Taufan, mengatakan kompetisi tersebut telah menghasilkan peserta terbaik yang dinilai mampu menunjukkan kualitas vokal dan penampilan yang sangat baik.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata bertujuan mencari pemenang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas Ambon sebagai Kota Musik.
“Yang pasti dari kegiatan ini sudah ada juara menyanyi. Juara yang terpilih ini menyanyi dengan sangat baik,” kata Eben.
Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada pelaksanaan tahun ini. Kanim Ambon, kata dia, berencana mengembangkan kompetisi tersebut menjadi event yang lebih besar sehingga dapat menjadi wadah bagi talenta-talenta musik di Kota Ambon untuk berkembang.
“Lomba ini muncul karena slogan Ambon sebagai Kota Musik. Harapannya, dengan acara ini semakin memperkuat bahwa Ambon memang Kota Musik,” ujarnya.
Eben menilai Ambon memiliki banyak talenta di bidang tarik suara yang perlu diberikan ruang untuk tampil dan berkembang. Karena itu, ia berharap kompetisi tersebut dapat menjadi salah satu pintu bagi lahirnya penyanyi-penyanyi Ambon yang mampu dikenal lebih luas.
“Banyak penyanyi di sini. Jadi, tidak berhenti di sini. Saya ingin bikin event ini lebih besar lagi dengan harapan muncul penyanyi-penyanyi Ambon yang terkenal,” katanya.
Selain kompetisi menyanyi, Eben juga berharap lagu-lagu yang dibawakan maupun diciptakan dalam kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat dan diterima dengan baik oleh masyarakat.
Di sisi lain, ia mengakui proses menentukan pemenang bukan perkara mudah. Kualitas para peserta yang tampil di babak final membuat dewan juri harus bekerja lebih cermat dalam menentukan peserta terbaik.
“Penyanyinya lebih bagus, kami juri jadi sulit menentukan. Ada yang kalah dan ada yang menang, tetapi inilah yang terbaik yang menang,” jelasnya.
Ia pun berpesan kepada para peserta yang belum berhasil meraih juara agar tidak berkecil hati. Sebaliknya, kemenangan yang diraih para juara juga diharapkan tidak membuat mereka berpuas diri.
“Yang menang jangan terlalu berbangga hati, yang kalah juga jangan memperkecil semangat. Semua sudah memberikan yang terbaik,” pesannya.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Zara berhasil keluar sebagai Juara 1 Immigration Idol dengan perolehan nilai tertinggi, yakni 1.650 poin.
Posisi Juara 2 diraih Gasteria Pical dengan total nilai 1.500 poin, sedangkan Juara 3 ditempati Dion Nanlohi dengan perolehan 1.350 poin.
Sementara itu, posisi Juara Harapan 1 diraih Iren Frans dengan nilai 1.150 poin. Chris Tuhilai berada di posisi Harapan 2 dengan nilai 950 poin, sedangkan Brandon Alfons meraih Harapan 3 dengan nilai 850 poin.
Selain kategori utama, panitia juga memberikan penghargaan Juara Favorit kepada Agil Tamher.
Sementara itu, lanjut Eben salah satu pesan yang ingin disampaikan melalui lagu wajib dalam kompetisi tersebut berkaitan dengan kehidupan manusia dan pentingnya menjadi terang bagi sesama.
Menurut Eben, pesan tersebut mengajak setiap orang untuk menyadari kekurangan dan kesalahan sebagai manusia, kemudian menyerahkan diri kepada Tuhan serta memberikan manfaat bagi orang lain.
“Artinya bahwa kita manusia berdosa. Harapannya kita berserah dan menjadi terang untuk sesama umat manusia,” pungkasnya. ( CM/ML)