Lapas Wahai Gerak Cepat Sosialisasikan Pencegahan Hantavirus bagi Warga Binaan

  • Administrator
  • Rabu, 20 Mei 2026 20:14
  • 6 Lihat
  • KESEHATAN

Wahai, CM– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai bergerak cepat melaksanakan sosialisasi pencegahan Hantavirus bagi seluruh Warga Binaan, Rabu (20/5). Langkah antisipatif ini dilakukan guna memastikan lingkungan Lapas tetap bersih dan bebas dari potensi penyebaran virus berbahaya yang ditularkan melalui tikus.

Kegiatan yang berlangsung di beranda Lapas tersebut berfokus pada edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sekaligus pengenalan gejala awal infeksi Hantavirus. Warga Binaan diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan kamar hunian serta area sekitar Lapas agar terbebas dari sarang tikus.

Petugas Lapas Wahai yang memberikan materi sosialisasi, Fitri Rianti, menjelaskan bahwa pemahaman tentang Hantavirus sangat penting karena penularannya dapat terjadi melalui udara yang terkontaminasi kotoran tikus.

“Kami menekankan kepada Warga Binaan bahwa Hantavirus ini bukan hal sepele. Infeksinya bisa menyerang saluran pernapasan dengan cepat. Oleh karena itu, memutus rantai penularannya harus dimulai dari kedisiplinan menjaga kebersihan setiap sudut barak,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty Mouw, menegaskan bahwa pemenuhan hak kesehatan Warga Binaan menjadi salah satu prioritas utama dalam program pembinaan di Lapas Wahai.

“Sosialisasi ini adalah pemenuhan hak dasar Warga Binaan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Kami juga telah menjadwalkan pembersihan total pada area-area rawan,” jelasnya.

Edukasi tersebut mendapat respons positif dari para Warga Binaan. Salah satu Warga Binaan berinisial WT mengaku kini lebih memahami bahaya Hantavirus dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan blok hunian.

“Awalnya saya tidak tahu apa itu Hantavirus. Setelah mendapat penjelasan tadi, kami jadi lebih sadar dan berjanji akan lebih giat membersihkan kamar serta tidak membiarkan sisa makanan yang bisa mengundang tikus masuk,” katanya.

Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengatakan langkah cepat ini merupakan bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan di lingkungan Lapas yang memiliki tingkat mobilitas dan kepadatan hunian cukup tinggi.

“Kami harus bergerak cepat karena di Lapas, faktor kepadatan hunian membuat penularan penyakit bisa terjadi sangat masif jika tidak diantisipasi. Dengan sosialisasi ini, kami membangun pertahanan pertama dari sisi kesadaran Warga Binaan,” tegasnya.

Upaya preventif yang dilakukan Lapas Wahai juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro.

“Ini adalah langkah konkret dalam menjaga keselamatan dan kesehatan Warga Binaan. Tindakan preventif seperti ini menjadi bukti nyata keseriusan kita dalam memberikan pelayanan yang humanis dan prima,” tuturnya.

Melalui langkah preventif tersebut, Lapas Wahai berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang bersih, sehat, nyaman, dan bebas dari ancaman penyakit menular.(CM/ML/**)

Komentar

0 Komentar