Wajar 2026, Wattimena Serap Aspirasi Warga di RTP Wainitu

  • Administrator
  • Jumat, 20 Februari 2026 11:19
  • 4 Lihat
  • PEMERINTAHAN

Ambon, CM – Pemerintah Kota Ambon kembali menggelar program Wajar (Wali Kota Jumpa Rakyat) sebagai ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, berlangsung di Ruang Terbuka Publik (RTP) Wainitu, Jumat (20/02/2026).Kegiatan ini menjadi Wajar pertama di tahun 2026 dan bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon periode kedua. Hadir dalam kegiatan tersebut para asisten, pimpinan OPD, camat, lurah, raja, RT/RW, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Wattimena menegaskan bahwa Wajar merupakan wadah bagi warga untuk menyampaikan keluhan, kritik, maupun usulan secara langsung kepada pemerintah kota.

“Semua kritik dan masukan yang disampaikan masyarakat, termasuk yang beredar di media sosial seperti TikTok, sudah kami tangkap dan teruskan ke dinas terkait untuk ditindaklanjuti,” ujar Wattimena.

Salah satu isu yang mengemuka adalah permintaan sejumlah pelaku UMKM untuk mendapatkan kepastian lokasi berjualan di kawasan RTP Wainitu. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota menjelaskan bahwa pemerintah tengah membangun ekosistem ekonomi kreatif yang terkurasi dan berkelanjutan.

Ia menyebut, penataan pedagang tidak bisa dilakukan secara sembarangan, melainkan harus melalui proses kurasi agar pelaku usaha yang berjualan benar-benar konsisten dan menjaga kebersihan serta ketertiban.

“Kita ingin membangun ekosistem, bukan sekadar memberi tempat berjualan. Nantinya akan ada sistem bergilir (rolling) agar lebih banyak warga, khususnya anak muda, mendapat kesempatan,” jelasnya.

Salah satu pedagang yang selama ini berjualan di kawasan tersebut akhirnya diberikan kepastian untuk tetap berjualan di area yang telah ditentukan, dengan catatan menjaga kebersihan dan tidak mengganggu fasilitas umum maupun lalu lintas.

Permasalahan lain yang dibahas adalah kondisi drainase dan saluran air di sekitar RTP Wainitu yang kerap tersumbat dan memicu genangan serta potensi berkembangnya nyamuk.

Wattimena meminta dinas terkait untuk segera meninjau dan membuka saluran yang tertutup, serta memasang penyaring di muara agar sampah tidak masuk dari laut. Ia juga mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Kalau sampah masuk dari laut kita bisa lihat buktinya. Tapi kalau tidak ada, berarti dari kita sendiri. Jadi ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Selain itu, usulan pembangunan Posyandu siklus hidup di kawasan tersebut juga mendapat respons positif dan akan ditinjau secara teknis oleh dinas terkait.

Dalam sesi dialog, warga juga menanyakan persoalan sengketa tanah. Wali Kota menjelaskan bahwa penyelesaian sengketa tanah bukan kewenangan pemerintah kota, melainkan ranah Badan Pertanahan dan pengadilan.

“Pemerintah kota hanya bisa memfasilitasi mediasi. Kalau sudah menyangkut sengketa kepemilikan atau warisan, itu harus melalui jalur hukum,” jelasnya.

Terkait maraknya pembangunan tanpa izin, Wattimena menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan tata ruang. Ia mengingatkan bahwa setiap pembangunan harus memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), yang sebelumnya dikenal sebagai IMB.

Menurutnya, pengawasan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk RT dan RW sebagai perpanjangan tangan pemerintah di lingkungan masing-masing.

“Kita tidak mungkin kontrol setiap hari seluruh wilayah kota. RT, RW, raja, lurah harus aktif melapor jika ada pembangunan tanpa izin,” katanya.

Komitmen Jaga Kota Ambon

Di akhir kegiatan, Wattimena mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga tata ruang, lingkungan, dan sumber daya air di Kota Ambon, mengingat wilayah ini merupakan pulau kecil dengan keterbatasan sumber daya.

 

Wajar pertama tahun 2026 ini ditutup dengan komitmen untuk terus melaksanakan pertemuan rutin setiap bulan. Wajar kedua dijadwalkan berlangsung pekan depan.

Kegiatan ditutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh warga dan jajaran pemerintah yang hadir, dalam semangat kolaborasi membangun Kota Ambon yang tertib, bersih, dan berkelanjutan.(CM/99)

 

Komentar

0 Komentar