Perkuat Layanan Kesehatan, Lapas Wahai Intensifkan Program Perling di Blok Hunian
- Administrator
- Kamis, 23 April 2026 15:48
- 6 Lihat
- KESEHATAN
Wahai,CM- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan prima melalui intensifikasi program Perawatan Keliling (Perling) dengan menyisir langsung blok hunian, Kamis (23/04/26). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendeteksi dini gangguan kesehatan sekaligus memastikan hak kesehatan Warga Binaan terpenuhi secara optimal.
Program Perling dilaksanakan oleh tim medis Lapas Wahai dengan pendekatan jemput bola, mendatangi langsung setiap kamar hunian. Selain memberikan pelayanan pengobatan, kegiatan ini juga difokuskan pada pemantauan kondisi sanitasi serta upaya pencegahan penyebaran penyakit di lingkungan lapas.
Diketahui, dalam release yang dkiterima Citra Maluku, dimana tenaga Medis Lapas Wahai, Fitri Rianti, menjelaskan bahwa kehadiran petugas secara langsung di tengah Warga Binaan bertujuan untuk memberikan akses layanan kesehatan yang merata.
“Kami melakukan pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan tensi serta mendengarkan keluhan yang dirasakan Warga Binaan. Pencegahan dini menjadi kunci utama dalam menjaga kondisi kesehatan di dalam lapas,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan, tim medis juga merespons sejumlah keluhan Warga Binaan, seperti gejala flu dan nyeri sendi. Penanganan cepat dilakukan dengan pemberian obat serta edukasi terkait pola hidup sehat, termasuk pentingnya menjaga sirkulasi udara dan rutin melakukan peregangan.
Salah satu Warga Binaan, IN, mengaku terbantu dengan layanan tersebut.
“Kami sangat terbantu karena petugas datang langsung dan memberikan pengobatan. Kami juga diberi pemahaman untuk menjaga kesehatan agar tidak mudah sakit,” ungkapnya.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa program Perling akan terus dijalankan secara konsisten sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kesehatan dan keamanan di dalam lapas.
“Melalui program ini, kami dapat memetakan kondisi kesehatan dan sanitasi secara langsung. Edukasi pola hidup sehat juga menjadi bagian penting agar suasana lapas tetap aman, tertib, dan produktif,” tegasnya.
Apresiasi turut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia menilai program Perling yang dijalankan Lapas Wahai merupakan bentuk nyata pelayanan prima yang patut dicontoh.
“Pendekatan proaktif seperti ini sangat penting dalam mendeteksi dini potensi penyakit serta memastikan hak kesehatan Warga Binaan terpenuhi secara layak dan manusiawi,” ujarnya.
Melalui program Perling, Lapas Wahai terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan maksimal serta membangun lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan kondusif.(CM/Ml/**)