Peserta Magang Kemnaker di Lapas Namlea Paparkan Inovasi Pembinaan dan Layanan Warga Binaan
- Administrator
- Jumat, 22 Mei 2026 14:44
- 4 Lihat
- DAERAH
Namlea,CM – Masa Pemagangan Nasional Batch 2 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Namlea memasuki tahap akhir. Setelah menjalani program selama enam bulan, para peserta magang mempresentasikan berbagai terobosan inovasi sesuai bidang dan profesi yang dijalani, Jumat (22/5).
Kegiatan sosialisasi tersebut disaksikan langsung Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, Kepala Subseksi Pembinaan, Mustapa La Abidin, serta Kepala Urusan Tata Usaha, Yullian H. Tomasoa.
Enam peserta magang memaparkan sejumlah gagasan inovatif yang mencakup program pembinaan kepribadian, pembinaan kemandirian, keamanan dan ketertiban, hingga peningkatan layanan kesehatan bagi warga binaan.
Marasabessy menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti nyata hasil pembelajaran dan pengalaman kerja yang diperoleh peserta selama menjalani magang di lingkungan pemasyarakatan.
“Inovasi yang mereka paparkan merupakan bukti dari pembelajaran dan analisis di lapangan yang mereka ambil. Dari setiap inovasi yang dijelaskan, seluruhnya sangat bagus dan memberikan manfaat dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan khususnya dalam aspek pembinaan warga binaan,” ujar Marasabessy.
Ia berharap ide dan terobosan kreatif yang dihasilkan peserta magang dapat memberikan dampak positif terhadap optimalisasi program pembinaan dan pelayanan pemasyarakatan di Lapas Namlea.
“Isu-isu yang diangkat oleh rekan-rekan magang bisa menjadi bahan acuan bagi kita untuk terus mengevaluasi dan mengoptimalkan program yang kita laksanakan selama ini,” tambahnya.
Dalam pemaparannya, para peserta memperkenalkan sejumlah inovasi, di antaranya optimalisasi pembinaan kepribadian melalui program pemberantasan buta aksara dan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an, pengembangan produk unggulan Minyak Kayu Putih Maju 86, peningkatan layanan wartelsuspas, serta edukasi kesehatan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Salah satu peserta magang, Risky Kurniawati, menjelaskan inovasi yang diusung kelompoknya terkait pengembangan produk khas Lapas Namlea, yakni Minyak Kayu Putih Maju 86.
“Inovasi yang kami pilih salah satunya menyangkut produk khas Lapas Namlea yakni Minyak Kayu Putih Maju 86 dengan membuat wadah atau tempat yang menarik agar semakin diminati ketika dijual. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pihak luar terhadap salah satu produk kebanggaan Lapas Namlea ini,” tuturnya.(CM/ML/**)