post image

Wattimena Targetkan Pendidikan Tuntas Madya, Sekolah Diminta Bongkar Akar Masalah

AMBON,CM — Pemerintah Kota Ambon menargetkan capaian pendidikan daerah itu meningkat dari status Tuntas Pratama menjadi Tuntas Madya.

Target tersebut disampaikan Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena saat membuka Bimbingan Teknis Evaluasi dan Peningkatan Rapor Pendidikan bagi satuan pendidikan jenjang SD dan SMP se-Kota Ambon.yang berlangsung di Hotel Manise, Kamis (24/9/2026).

Bodewin menegaskan, peningkatan mutu pendidikan tidak boleh hanya mengandalkan asumsi. Setiap persoalan harus diidentifikasi berdasarkan data yang akurat.

Menurutnya, Rapor Pendidikan menjadi salah satu instrumen penting untuk melihat capaian sekaligus menemukan akar persoalan yang masih dihadapi sekolah.

“Kalau indikator ini belum baik, masalahnya apa? Tugas Bapak/Ibu menggali akar itu lalu cabut akar masalah itu,” kata Bodewin.

Ia menyebut capaian Standar Pelayanan Minimal atau SPM pendidikan Kota Ambon dalam empat tahun terakhir menunjukkan perkembangan.

Capaian yang sebelumnya berada di angka 60,51 meningkat menjadi 71,73, kemudian mencapai 75,1 dan masuk kategori Tuntas Pratama.

Meski mengalami peningkatan, Bodewin meminta sekolah tidak cepat berpuas diri. Ia mengingatkan capaian pendidikan harus terus dijaga dan ditingkatkan.

Sekolah yang masih memiliki indikator berwarna merah diminta segera mencari penyebab dan menyusun program perbaikan. Sementara sekolah yang sudah berada pada kategori hijau diminta mempertahankan capaian tersebut.

Bodewin juga mengingatkan agar penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS disesuaikan dengan persoalan yang ditemukan dalam Rapor Pendidikan.

“Jangan akar masalah ada di A, bikin program di B. Nanti kalau merah tinggal di merah, kuning tinggal di kuning,” ujarnya.

Bodewin menargetkan Kota Ambon dapat mencapai status Tuntas Madya selama dirinya masih menjabat sebagai wali kota.

Ia bahkan meminta kepala sekolah dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan menjadikan peningkatan tersebut sebagai bagian dari sejarah pembangunan pendidikan di Kota Ambon.

Selain peningkatan kualitas akademik, Bodewin juga mendorong penguatan pendidikan karakter melalui musik.

Menurutnya, predikat Ambon sebagai Kota Musik Dunia harus didukung seluruh elemen, termasuk satuan pendidikan.

Program pembelajaran musik yang sebelumnya telah diterapkan di sejumlah sekolah diharapkan dapat diperluas ke sekolah-sekolah lainnya.

Bodewin menilai musik bukan hanya berkaitan dengan seni, tetapi juga dapat menjadi sarana membentuk karakter anak.

“Identitas budaya yang di dalamnya ada seni, musik, tari-tarian dan lain-lain itu merupakan sarana kita untuk membangun karakter anak-anak kita,” katanya.

Ia berharap pembelajaran musik nantinya dapat diintegrasikan dengan mata pelajaran Seni dan Budaya, sehingga pendidikan di Kota Ambon tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. ( CM/ML)

0 Komen