Lapas Namlea Perkuat Pembinaan Kerohanian, Warga Binaan Hindu Ikuti Penyuluhan Rutin
- Administrator
- Kamis, 25 Juni 2026 12:41
- 6 Lihat
- DAERAH
NAMLEA, CM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea terus memastikan pemenuhan hak pembinaan bagi seluruh warga binaan tanpa membedakan latar belakang agama. Salah satunya melalui program pembinaan kerohanian bagi warga binaan beragama Hindu yang dilaksanakan bekerja sama dengan penyuluh Kementerian Agama Kabupaten Buru, Kamis (25/6).
Kegiatan yang berlangsung secara rutin pada awal dan akhir bulan tersebut kali ini diisi dengan materi pengenalan dan pendalaman ajaran agama Hindu yang disampaikan oleh penyuluh agama Hindu Kemenag Buru, Pipin Jujun Pratiwi.
Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menegaskan bahwa setiap warga binaan memiliki hak yang sama untuk memperoleh pembinaan keagamaan sesuai keyakinan masing-masing sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian.
“Selain warga binaan beragama Islam dan Kristen, warga binaan beragama Hindu juga mendapatkan pelayanan pembinaan yang sama. Melalui kerja sama dengan Kemenag Buru, lima warga binaan Hindu akan terus memperoleh penyuluhan dan pembinaan secara rutin melalui pendekatan yang persuasif,” ujarnya.
Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin, menambahkan bahwa aspek kerohanian menjadi salah satu unsur penting dalam Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN). Penilaian dilakukan setiap bulan oleh wali pemasyarakatan berdasarkan perilaku sehari-hari, tingkat keaktifan mengikuti program pembinaan, serta sikap dan kehidupan keagamaan warga binaan.
“Data penilaian tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pemberian hak-hak dasar maupun hak bersyarat bagi warga binaan selama menjalani masa pidana,” kata Mustafa.
Sementara itu, penyuluh agama Hindu Kemenag Buru, Pipin Jujun Pratiwi, mengapresiasi antusiasme para warga binaan selama mengikuti kegiatan pembinaan. Menurutnya, peserta menunjukkan semangat belajar dan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap materi yang diberikan.
“Mereka memiliki kemauan yang kuat untuk memahami ajaran agama. Karena itu, setiap pertemuan kami upayakan agar materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh seluruh peserta,” ungkap Pipin.(CM/ML/**)