Resmikan Gereja Getsemani Piru, Lewerissa: Gedung Megah Harus Perkuat Persaudaraan
Piru,CM – Peresmian Gedung Gereja Getsemani Jemaat GPM Piru menjadi momentum penting bagi warga jemaat untuk memulai babak baru dalam kehidupan pelayanan. Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengingatkan, selesainya pembangunan fisik gereja bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk semakin memperkuat persaudaraan dan pelayanan kepada sesama.
Pesan itu disampaikan Gubernur Hendrik Lewerissa saat meresmikan Gedung Gereja Getsemani Jemaat GPM Piru, Minggu (30/8/2026).
Menurut Gubernur, perjalanan panjang pembangunan gereja yang dimulai dengan peletakan batu penjuru pada 5 Agustus 2013 merupakan bukti nyata kekuatan doa, kebersamaan dan pengorbanan warga jemaat.
Setelah kurang lebih 11 tahun melalui berbagai proses dan tantangan, Gedung Gereja Getsemani akhirnya berdiri sebagai kesaksian iman seluruh warga jemaat.
“Atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Provinsi Maluku, saya menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga kepada seluruh warga Jemaat GPM Getsemani-Piru. Pekerjaan mulia yang diawali dengan doa, dilanjutkan dengan perjuangan dan pengorbanan, akhirnya menjadi sebuah kesaksian iman bahwa Tuhan tidak pernah terlambat menolong umat-Nya,” ujar Lewerissa.
Namun, ia menegaskan bahwa kebanggaan atas selesainya pembangunan gedung gereja harus diikuti dengan tanggung jawab yang lebih besar dalam membangun kehidupan umat.
Lewerissa mengingatkan warga jemaat agar tidak hanya membangun bangunan yang megah, tetapi juga membangun hubungan persaudaraan yang kuat di antara sesama.
“Hari ini gedungnya selesai, tetapi panggilan bergereja tidak pernah selesai. Justru dari gedung baru ini, pelayanan harus semakin kuat. Jangan sampai gedung gereja semakin megah dan bangunannya semakin kokoh, tetapi persaudaraan kita semakin rapuh,” tegasnya.
Lewerissa berharap Gedung Gereja Getsemani menjadi ruang yang hidup bagi seluruh warga jemaat. Bukan hanya sebagai tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan generasi muda, pendidikan karakter, penguatan keluarga dan kepedulian terhadap persoalan sosial masyarakat.
Ia mengatakan, gereja memiliki peran strategis dalam membangun kualitas manusia Maluku. Pemerintah, kata dia, terus menjalankan pembangunan di bidang fisik dan ekonomi, sementara lembaga keagamaan memiliki kekuatan besar dalam membangun mental dan karakter masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Maluku berupaya membangun secara fisik dan material, sementara gereja diharapkan membangun secara psikis, mental dan karakter jemaat. Kita berbeda jalan, tetapi satu tujuan, yaitu Par Maluku Pung Bae,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ia juga mengajak seluruh warga jemaat untuk terus menjaga nilai-nilai persaudaraan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Maluku.
Menurutnya, keberagaman yang dimiliki masyarakat Maluku harus menjadi kekuatan untuk membangun daerah, bukan menjadi alasan untuk terpecah.
“Kita boleh berbeda, kita boleh memiliki latar belakang yang beragam, tetapi kita adalah satu keluarga besar. Saya bangga bahwa semua agama di Maluku, termasuk Gereja Protestan Maluku, selalu mengajarkan persaudaraan, kasih dan toleransi,” tutur Lewerissa.
Ia juga menyoroti keberadaan Gedung Gereja Getsemani yang berdiri di atas tanah milik TNI Angkatan Darat. Ia menilai kondisi tersebut sebagai simbol kuat tentang kebersamaan dan kehidupan bersama yang dibangun melalui saling menghargai.
Menurutnya, kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan tanggung jawab seluruh anak bangsa tanpa membedakan latar belakang.
“Saya memandang ini sebagai sebuah simbol yang indah, bahwa rumah ibadah dapat berdiri di atas ruang kehidupan yang dibangun karena kebersamaan. Ini membuktikan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara kita tidak didominasi oleh satu kelompok saja, tetapi oleh semua anak bangsa yang memiliki panggilan untuk menjaga kehidupan bersama,” ungkapnya.
Selain menyampaikan pesan tentang pelayanan dan persaudaraan, Lewerissa juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Ia meminta warga tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api.
“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Menjaga hutan dan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” tandasnya.
Ia berharap Gedung Gereja Getsemani Jemaat GPM Piru yang telah diresmikan dapat terus menjadi pusat pelayanan dan pembinaan umat, sekaligus menjadi tempat untuk memperkuat semangat hidup orang basudara di Maluku,Pungkasnya. ( CM/ML/**)
0 Komen