post image

Gubernur Maluku Dorong Generasi Muda Cerdas Kelola Keuangan dan Waspada Kejahatan Digital

Ambon,CM — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengajak generasi muda di Maluku untuk membangun kebiasaan menabung dan meningkatkan kemampuan dalam mengelola keuangan sejak usia dini.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur saat membuka Peringatan Hari Indonesia Menabung dan Puncak Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 Provinsi Maluku yang berlangsung di Auditorium Universitas Pattimura (Unpatti), Ambon, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya kalangan pelajar, terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat dan bijak.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur Watubun, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, pimpinan perbankan, perangkat daerah, tokoh agama, serta ribuan pelajar dan tenaga pendidik dari berbagai sekolah di Kota Ambon.

Dalam sambutannya, Hendrik Lewerissa memberikan apresiasi kepada OJK dan industri perbankan yang terus mendorong peningkatan budaya menabung melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar atau KEJAR.

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah, lembaga keuangan dan dunia pendidikan telah membawa Maluku meraih capaian membanggakan di tingkat nasional.

Provinsi Maluku, kata Lewerissa, berhasil dinobatkan sebagai Pemerintah Provinsi Terbaik dalam Implementasi Program KEJAR untuk wilayah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua pada Peringatan Hari Indonesia Menabung tingkat nasional yang digelar di Bekasi pada akhir Agustus lalu.

“Ini merupakan bukti bahwa kerja sama dan komitmen kita dalam membangun budaya menabung di kalangan generasi muda telah memberikan hasil,” ujar Lewerissa

Selain penghargaan yang diterima Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon juga mendapat pengakuan di tingkat nasional melalui inovasi pengembangan modul ajar literasi keuangan yang terintegrasi dalam mata pelajaran IPS untuk tingkat SMP dan MTs.

Sementara Bank Modern Express turut memperoleh penghargaan sebagai BPR terbaik dalam pelaksanaan Program KEJAR di kawasan timur Indonesia.

Namun demikian, Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital juga membawa tantangan baru bagi generasi muda dalam mengelola keuangan.

Ia meminta para pelajar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan digital yang semakin marak, mulai dari pinjaman online ilegal, investasi bodong, perjudian online hingga berbagai modus penipuan melalui media digital.

“Jangan mudah percaya dan jangan sembarangan memberikan data pribadi, PIN maupun kode OTP kepada siapa pun. Pastikan produk keuangan yang digunakan adalah produk yang legal dan diawasi OJK,” tegasnya.

Menurut Hendrik, literasi keuangan harus menjadi bagian penting dalam membentuk generasi Maluku yang mandiri dan mampu mengambil keputusan finansial secara bijaksana.

Pemerintah Provinsi Maluku, lanjutnya, akan terus membangun kolaborasi dengan OJK, Bank Indonesia, industri perbankan dan sektor pendidikan untuk memperluas akses edukasi keuangan hingga ke masyarakat di wilayah kepulauan dan pulau-pulau terluar.

Dengan semakin luasnya pemahaman masyarakat tentang pengelolaan keuangan, budaya menabung diharapkan tidak hanya tumbuh di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat Maluku secara luas.

Kegiatan tersebut kemudian ditandai dengan prosesi pembukaan resmi sebagai rangkaian Puncak Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 Provinsi Maluku. ( CM/ML/**)

0 Komen