Lapas Geser Perkuat Pembinaan dan Pengawasan Melalui Wartelsuspas serta Budidaya Pakcoi
- Administrator
- Sabtu, 06 Juni 2026 16:12
- 5 Lihat
- DAERAH
Geser, CM– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan optimal dan pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengarahan interaktif yang dipimpin Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Surdin Derlen, bersama Pelaksana Harian Kasubsi Pembinaan, M. Yusuf Kilkoda, Sabtu (6/6).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Lapas Geser dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, sekaligus mendukung proses pembinaan yang produktif bagi warga binaan.
Dalam arahannya, Surdin Derlen menegaskan pentingnya pemenuhan hak komunikasi warga binaan dengan keluarga melalui fasilitas Wartelsuspas. Menurutnya, sarana komunikasi yang legal dan terpantau menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kondisi psikologis warga binaan selama menjalani masa pidana.
Ia menjelaskan, keberadaan Wartelsuspas juga menjadi langkah preventif dalam mencegah penggunaan telepon genggam ilegal di dalam blok hunian yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban.
“Fasilitas Wartelsuspas ini merupakan bentuk perhatian kami agar warga binaan tetap dapat berkomunikasi dengan keluarga secara aman dan sesuai aturan. Hubungan dengan keluarga sangat penting untuk menjaga semangat serta kesehatan mental selama menjalani pembinaan,” ujar Derlen.
Ia juga mengingatkan seluruh warga binaan agar memanfaatkan fasilitas tersebut secara tertib dan bertanggung jawab demi menciptakan suasana lapas yang kondusif.
Selain penguatan aspek keamanan dan ketertiban, Lapas Geser turut mendorong program pembinaan kemandirian melalui budidaya tanaman pakcoi. Program ini diberikan sebagai bekal keterampilan praktis bagi warga binaan agar memiliki kemampuan produktif setelah bebas nanti.
Plh. Kasubsi Pembinaan, M. Yusuf Kilkoda, mengatakan bahwa keterampilan bercocok tanam menjadi salah satu peluang usaha yang dapat dikembangkan warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Kami berharap warga binaan dapat mengikuti program ini dengan serius karena keterampilan budidaya pakcoi dapat menjadi modal usaha dan membantu mereka lebih mandiri secara ekonomi setelah selesai menjalani masa pembinaan,” jelas Yusuf.
Melalui sinergi antara bidang keamanan dan pembinaan, Lapas Geser terus berupaya menciptakan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya fokus pada pengawasan, tetapi juga memberikan ruang pembelajaran dan pengembangan diri bagi warga binaan.
Program tersebut diharapkan mampu membentuk warga binaan yang lebih disiplin, produktif, dan siap kembali berkontribusi positif di lingkungan masyarakat.(CM/ML/**)