Lapas Geser Digitalisasi BMN, Perkuat Transparansi dan Akurasi Aset Negara
Geser,CM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser terus memperkuat tata kelola Barang Milik Negara (BMN) melalui digitalisasi inventarisasi aset. Langkah tersebut dilakukan dengan penomoran dan pemasangan label barcode pada seluruh aset kantor, Jumat (4/9).
Digitalisasi ini menjadi bagian dari upaya Lapas Geser memastikan setiap aset negara memiliki identitas yang jelas, tercatat secara akurat, serta terhubung dengan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Aset Negara (SIMAN). Dengan demikian, proses inventarisasi, pengawasan, hingga pemeliharaan aset dapat dilakukan secara lebih tertib dan efektif.
Kegiatan tersebut melibatkan petugas pengelola BMN, Aldi Hanafi, bersama jajaran pegawai dan peserta magang. Aldi mengatakan, penerapan barcode memberikan kemudahan dalam melakukan pemantauan kondisi dan keberadaan aset secara berkala.
“Penerapan barcode dan penomoran pada setiap aset mempermudah kami melakukan tracking dan monitoring kondisi barang secara real-time, baik aset yang diperoleh melalui transfer masuk, pengadaan langsung, maupun barang lain selain belanja modal. Sistem ini juga memudahkan proses pelaporan dan pertanggungjawaban penggunaan aset negara,” jelas Aldi.
Kepala Urusan Tata Usaha, M. Alhamid, menyebut digitalisasi BMN sebagai langkah strategis dalam memodernisasi administrasi perkantoran sekaligus memperkuat prinsip transparansi.
“Penerapan teknologi dalam pengelolaan BMN bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk menciptakan birokrasi yang bersih, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami ingin memastikan setiap aset negara yang diamanahkan kepada Lapas Geser tercatat dengan rapi dan digunakan seoptimal mungkin untuk mendukung pelayanan,” ujarnya.
Menurut Alhamid, keterlibatan peserta magang dalam proses inventarisasi juga memberikan nilai edukatif. Mereka tidak hanya memperoleh pengalaman administratif, tetapi turut memahami secara langsung mekanisme pengelolaan dan pencatatan aset negara.
Salah satu peserta magang, Julent Audri Matakena, mengaku mendapatkan pengalaman berharga melalui keterlibatannya dalam kegiatan tersebut.
“Saya sangat bersyukur dapat terlibat langsung dalam kegiatan ini. Selain memperluas wawasan mengenai tata kelola aset negara, saya juga memahami betapa krusialnya aspek kerapian dan ketertiban dalam administrasi perkantoran,” ungkap Julent.
Sementara itu, Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan jajaran pengelola BMN. Ia menegaskan bahwa penataan dan pelabelan fisik aset merupakan bagian penting dari pertanggungjawaban institusi dalam menjaga barang milik negara.
“Pelabelan aset BMN ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pertanggungjawaban kita terhadap aset negara. Dengan data yang sinkron antara kondisi fisik dan aplikasi SIMAN, pengawasan serta pemeliharaan barang menjadi jauh lebih efektif,” pungkas Nober.
Melalui digitalisasi inventarisasi BMN tersebut, Lapas Geser menegaskan komitmennya untuk membangun manajemen internal yang semakin tertib, modern, dan akuntabel. Upaya ini sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan ( CM/ML/**)
0 Komen