Empat Taruna Poltekip Angkatan 59 Jalani Orientasi Lapangan di UPT Pemasyarakatan Maluku
- Administrator
- Kamis, 18 Juni 2026 13:12
- 8 Lihat
- HUKUM
Ambon,CM– Sebanyak empat Taruna dan Taruni Tingkat II Angkatan 59 Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) resmi memulai kegiatan Orientasi Lapangan (Orlap) pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Maluku setelah diterima oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, Kamis (18/6).
Penerimaan peserta orientasi berlangsung di Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku dan turut dihadiri Kepala Bagian Umum, Sarwono. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi para taruna untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai penyelenggaraan tugas dan fungsi pemasyarakatan.
Dalam arahannya, Ricky Dwi Biantoro meminta para taruna dan taruni memanfaatkan kesempatan orientasi lapangan sebagai sarana memperluas wawasan serta mengasah kemampuan praktis di lingkungan kerja pemasyarakatan.
“Gunakan kesempatan ini untuk belajar dari pengalaman para petugas di lapangan. Pemahaman yang diperoleh selama orientasi akan menjadi bekal penting dalam membentuk petugas pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan tugas ke depan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Sarwono menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan, etika, dan sikap selama mengikuti kegiatan orientasi. Menurutnya, kompetensi akademik perlu disertai karakter yang baik agar para taruna mampu menyesuaikan diri dengan budaya kerja pemasyarakatan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Zulkifli Bintang, mendorong peserta untuk memahami pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang berfokus pada pelayanan publik dan pembinaan warga binaan. Ia berharap orientasi lapangan dapat dimanfaatkan untuk mempelajari berbagai mekanisme kerja yang diterapkan di UPT Pemasyarakatan.
Salah seorang Taruna Poltekip Angkatan 59, Yusran, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai orientasi lapangan menjadi kesempatan berharga untuk melihat secara langsung implementasi tugas pemasyarakatan yang selama ini dipelajari di bangku pendidikan.
“Pengalaman ini akan menjadi bekal bagi kami untuk meningkatkan kompetensi, disiplin, dan integritas sebagai calon petugas pemasyarakatan,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan orientasi lapangan, para taruna dan taruni diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan praktik kerja nyata, sehingga semakin siap menjadi sumber daya manusia pemasyarakatan yang profesional dan berdedikasi dalam pengabdian kepada negara.( CM/ML/**)