Pembinaan Spiritual, Lapas Wahai Perkuat Karakter Warga Binaan Lewat Pembelajaran Al-Qur’an
- Administrator
- Senin, 20 April 2026 15:59
- 3 Lihat
- RAGAM
Wahai, CM- Komitmen dalam membina kepribadian dan kerohanian Warga Binaan kembali ditegaskan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai melalui kegiatan pembinaan spiritual yang berfokus pada pembelajaran membaca Al-Qur’an secara tartil dan tuma’ninah. Kegiatan ini berlangsung di pelataran Masjid At-Taubah atau Beranda Mesra, Senin (20/04/26)
Dalam pelaksanaannya, Warga Binaan tampak mengikuti kegiatan dengan penuh keseriusan. Mereka dibimbing untuk membaca Al-Qur’an dengan pelafalan yang jelas, perlahan, sesuai kaidah tajwid (tartil), serta dengan ketenangan dan kekhusyukan (tuma’ninah). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperdalam pemahaman terhadap makna ayat suci.
Lebih dari sekadar rutinitas, program ini dirancang sebagai sarana pembentukan karakter dan penguatan mental spiritual. Diharapkan, Warga Binaan mampu menginternalisasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa pembinaan kepribadian melalui kegiatan rohani merupakan bagian integral dari fungsi pemasyarakatan. “Pembinaan spiritual adalah bagian penting dalam membentuk karakter Warga Binaan. Dengan pembinaan yang intensif, kami berharap mereka dapat kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik dan religius,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Majelis Taklim At-Taubah yang juga Kepala Subseksi Admisi dan Orientasi, La Joi. Ia menekankan bahwa pembinaan spiritual memiliki peran krusial dalam proses pemasyarakatan. “Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan fondasi penting dalam membentuk kesadaran diri. Kami ingin Warga Binaan benar-benar memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan religius yang dilakukan secara konsisten diyakini mampu membawa perubahan nyata. “Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan penuh kesungguhan, kami optimistis Warga Binaan akan mengalami perubahan signifikan, baik secara mental maupun spiritual. Ini menjadi bekal penting agar mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” tambahnya.
Program ini merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan yang diharapkan mampu menumbuhkan semangat hijrah di kalangan Warga Binaan. Melalui pendekatan yang humanis dan religius, Lapas Wahai terus berupaya mencetak individu yang siap kembali dan diterima di tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih beriman dan bertakwa.(CM/Ml/**)