Unpatti Siap Kawal Tata Kelola Tambang Maluku Lewat Riset dan Kajian Ilmiah
- Administrator
- Rabu, 24 Juni 2026 15:00
- 38 Lihat
- HUKUM
Ambon,CM – Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy, menegaskan kesiapan kampus untuk mengambil peran lebih besar dalam mendukung pemerintah menata sektor pertambangan dan pengelolaan sumber daya alam di Maluku melalui pendekatan ilmiah yang berbasis data dan penelitian.
Demikian disampaikan Fredy Leiwakabessy saat menerima kunjungan Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Rilke Jeffri Huwae, bersama Staf Ahli Menteri ESDM RI, Michael Wattimena, dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rektor Unpatti, Ambon, Rabu (24/6/2026).
Fredy menilai perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai penyedia informasi ilmiah yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan, terutama pada sektor yang memiliki dampak luas terhadap masyarakat dan lingkungan.
Menurutnya, kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam semestinya dibangun di atas hasil kajian akademik yang objektif, sehingga keputusan yang diambil tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kondisi sosial masyarakat.
Ia menegaskan, Unpatti berkomitmen menjaga independensi akademik dalam setiap penelitian yang dilakukan. Dengan demikian, hasil kajian yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan gambaran utuh mengenai potensi maupun tantangan pembangunan di Maluku.
"Kampus memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan rekomendasi yang berbasis fakta dan penelitian. Kami ingin memastikan bahwa pembangunan daerah berjalan dengan landasan ilmiah yang kuat," ujarnya.
Salah satu isu yang dinilai memerlukan dukungan kajian akademik adalah rencana penataan kawasan pertambangan di Gunung Botak. Menurutnya, keberadaan penelitian yang komprehensif dapat membantu pemerintah merumuskan kebijakan yang mampu menyeimbangkan kepentingan investasi, pelestarian lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat setempat.
Melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Unpatti berupaya menyumbangkan berbagai rekomendasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan.
Fredy juga menyambut positif langkah Kementerian ESDM yang membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi dalam memperkuat tata kelola pertambangan dan pengawasan pemanfaatan sumber daya mineral.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan dapat terus diperkuat guna mendorong pembangunan Maluku yang lebih berkelanjutan dan inklusif.
Kunjungan Dirjen Gakkum Kementerian ( ESDM ) RI ,Rilke Jeffri Huwae dan Staf Ahli Menteri ( ESDM) RI, Michael Wattimena ke Unpatti pun mendapat apresiasi tersendiri, mengingat pejabat Kementerian ESDM tersebut merupakan alumni Unpatti yang kini dipercaya mengemban tugas di tingkat nasional.
"Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada pertemuan awal, tetapi dapat diwujudkan dalam program-program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat Maluku," tutupnya. ( CM /ML)