Watubun Apresiasi Rapat Perdana PHBG, Lohy Minta Basis Program Pelayanan Gerejawi Diperkuat

  • Administrator
  • Jumat, 29 Mei 2026 17:13
  • 5 Lihat
  • RAGAM

Ambon, CM- Dalam semangat memperkuat pelayanan gereja yang kontekstual dan memberikan dampak sosial, Panitia Hari Besar Gerejawi (PHBG) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) menggelar rapat perdana, yang berlangsung di Ruang Rapat Ketua PHBG Sinode GPM, Kamis (28/5/2026).

Diketahui, rapat tersebut dipimpin oleh Ketua PHBG, Benhur George Watubun, didampingi Sekretaris PHBG, Pdt. Martha Patty, M.Th., dan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Wakil Ketua II Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, sekaligus pendamping PHBG, Pdt. A. Lohy.

Pertemuan ini menjadi momentum awal konsolidasi pelayanan, sekaligus penguatan arah program kerja PHBG ke depan.

 Dalam kesempatan itu, seluruh unsur kepanitiaan diperkenalkan. Struktur panitia terdiri dari enam seksi pelayanan, yaitu Seksi Seminar dan Peribadahan, Seksi Perlengkapan, Seksi Usaha Dana, Seksi Keamanan, Seksi Kesehatan, serta Seksi Publikasi dan Dokumentasi.

 Ketua PHBG, Benhur George Watubun dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan komitmen seluruh anggota panitia, untuk melayani gereja melalui PHBG.

Ia menegaskan, pelayanan gerejawi tidak hanya membutuhkan kemampuan dalam berorganisasi, tetapi juga ketulusan hati dan kesetiaan dalam menjalankan panggilan pelayanan.

 “Terima kasih atas kehadiran seluruh anggota panitia dalam rapat perdana ini. Kehadiran kita menunjukkan adanya kesamaan visi dan semangat, untuk melayani gereja yang kita cintai bersama. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga hati, memelihara komitmen, dan membangun kebersamaan dalam pelayanan,” ungkap Watubun.

 Menurutnya, komunikasi yang sehat dan terbuka menjadi fondasi penting, dalam membangun koordinasi serta memperkuat solidaritas antaranggotapanitia.

 “Hari ini, menjadi awal perjalanan pelayanan PHBG. Ke depannya, komunikasi dan koordinasi harus terus dibangun, baik melalui pertemuan langsung maupun media komunikasi lainnya, agar hubungan kerja dan kebersamaan senantiasa terjaga,” tambahnya.

 Watubun juga menegaskan, bahwa PHBG sebagai bagian dari perangkat pelayanan Sinode GPM wajib bekerja berlandaskan arah kebijakan dan petunjuk teknis dari MPH Sinode GPM, sehingga seluruh program yang dirancang tetap sejalan dengan visi pelayanan gereja secara menyeluruh.

 Sementara itu, Sekretaris PHBG, Pdt. Martha Patty, M.Th. menjelaskan, bahwa setiap tahunnya PHBG memikul tanggung jawab atas sejumlah agenda besar gerejawi, di antaranya penyerahan hewan kurban pada momentum Idul Adha, peringatan Hari Ulang Tahun GPM, hingga Perayaan Natal Tingkat Sinode GPM.

 Ia juga menyampaikan apresiasi atas langkah cepat yang diambil panitia, yang telah melaksanakan penyerahan hewan kurban kepada Panitia Kurban Masjid Raya Al-Fatah.

 “Meskipun PHBG belum menggelar rapat resmi sebelumnya, pelayanan sudah mulai dijalankan melalui penyerahan hewan kurban. Hal ini menunjukkan semangat pelayanan dan komitmen kebersamaan yang patut diapresiasi,” ujarnya.

 Sementara itu dalam arahannya, Pendamping PHBG, Pdt. A. Lohy menekankan pentingnya menyusun dasar program pelayanan gerejawi, yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu menyentuh kebutuhan sosial jemaat dan masyarakat secara luas.

"PHBG perlu menghadirkan bentuk pelayanan, yang relevan dengan konteks kehidupan umat saat ini," harap Lohy.

 Untuk itu Lohy berharap, seluruh unsur panitia dapat bekerja dalam semangat kerja sama, menjaga integritas pelayanan, serta merancang program-program yang memberikan dampak positif bagi kehidupan bergereja maupun bermasyarakat.(CM/HC)

Komentar

0 Komentar