post image

Lapas Piru Ikuti Uji Kompetensi ProASN, Perkuat Pemetaan Talenta ASN

  • Administrator
  • 01 Sep 2026
  • DAERAH
  • 17 Lihat

Ambon,CM — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui keikutsertaan lima pejabat dan jajaran dalam Uji Kompetensi Profiling Aparatur Sipil Negara (ProASN) di UPT Badan Kepegawaian Negara (BKN) Ambon, Selasa (1/9).

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pemetaan kompetensi dan potensi Aparatur Sipil Negara (ASN), sekaligus mendukung pengembangan manajemen talenta yang lebih objektif dan terarah di lingkungan Pemasyarakatan.

Lima peserta dari Lapas Kelas IIB Piru yang mengikuti uji kompetensi tersebut yakni Kepala Lapas, Hery Kusbandono, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Hendro Suatrian, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja Muh Ramdhan Basir, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Arifin Arief, serta Kepala Subbagian Tata Usaha Hairun Rahila.

Secara keseluruhan, Uji Kompetensi ProASN diikuti 27 peserta dari berbagai Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku.

Kepala Lapas Kelas IIB Piru, Hery Kusbandono, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar menjadi proses penilaian terhadap kemampuan ASN, tetapi juga sarana untuk mengetahui potensi serta ruang pengembangan kompetensi masing-masing pegawai.

“Uji kompetensi ini bukan sekadar proses penilaian, tetapi menjadi kesempatan bagi kami untuk mengetahui sejauh mana kompetensi yang dimiliki dan apa yang perlu dikembangkan agar pelaksanaan tugas ke depan semakin efektif,” ujar Hery.

Menurutnya, pemetaan kompetensi menjadi langkah penting dalam membangun aparatur yang profesional dan siap menghadapi dinamika serta kebutuhan organisasi yang terus berkembang.

Senada dengan itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Lapas Piru, Hairun Rahila, menilai hasil dari uji kompetensi dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan bagi ASN untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas diri.

“Setiap hasil yang diperoleh dari proses ini harus menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan memberikan kontribusi yang lebih baik sesuai tugas masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menegaskan pentingnya pemetaan kompetensi dalam mendukung penerapan manajemen talenta ASN yang objektif dan berkelanjutan.

“Manajemen talenta membutuhkan data dan pemetaan kompetensi yang akurat. Karena itu, ProASN menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan pengembangan karier dan penempatan ASN dilakukan berdasarkan kompetensi, potensi, dan kebutuhan organisasi,” jelas Ricky.

Melalui keikutsertaan dalam Uji Kompetensi ProASN ini, jajaran Lapas Piru diharapkan semakin memahami potensi dan kompetensi yang dimiliki, sekaligus mampu meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas dan fungsi Pemasyarakatan.

Penguatan kualitas ASN tersebut diharapkan pula dapat mendukung terwujudnya sumber daya manusia Pemasyarakatan yang profesional, adaptif, dan siap menjawab berbagai kebutuhan organisasi di masa mendatang. ( CM/ML/**)

0 Komen

Berita Terkait

Tag