post image

Cegah Abrasi, Lapas Geser Bersama TNI dan Stakeholder Tanam Mangrove di Pesisir

  • Administrator
  • 02 Sep 2026
  • DAERAH
  • 17 Lihat

Geser,CM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser bersama TNI, unsur Forkopimcam Seram Timur, pemerintah negeri, dan berbagai stakeholder melaksanakan aksi penanaman pohon mangrove di pesisir pantai sekitar area kantor Lapas Geser, Rabu (2/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari aksi peduli lingkungan dalam rangka menyambut HUT ke-81 TNI Kodam XV/Pattimura yang diinisiasi Koramil Geser.

Penanaman mangrove tersebut diikuti langsung Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, bersama jajaran pejabat struktural, pegawai, serta peserta magang. Turut hadir Raja Negeri Geser, Suilani Kelian, Kapolsek Seram Timur, Iptu Mothahar Solissa, Kepala UPP Geser, Iwan Suatkap, serta seluruh stakeholder se-Kecamatan Seram Timur.

Kegiatan diawali dengan apel bersama dan pengarahan oleh Wakil Danramil Geser, Serka A. M. Tella, didampingi unsur pimpinan Forkopimcam. Setelah doa bersama yang dipimpin Penyuluh Agama KUA Seram Timur, Ibrahim Rumonin, seluruh peserta kemudian menyisir kawasan pesisir di sekitar Lapas untuk menanam bibit mangrove.

Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menyemarakkan HUT ke-81 TNI Kodam XV/Pattimura, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi ancaman abrasi yang terus mengancam kawasan sekitar Lapas.

Menurutnya, posisi Lapas Geser yang dikelilingi laut membuat kawasan tersebut rentan terhadap banjir rob dan pengikisan akibat air laut. Kondisi tersebut turut berdampak pada tembok maupun bangunan Lapas yang telah mengalami berbagai tekanan akibat kondisi geografis dan usia bangunan.

“Kami terus melakukan langkah-langkah antisipatif terhadap kondisi bangunan Lapas Geser yang posisinya dikelilingi air laut. Ketika air pasang, air laut sering kali merembes masuk. Di samping itu, kondisi fisik bangunan Lapas yang sudah termakan usia menuntut kewaspadaan ekstra, terutama saat cuaca buruk dan angin kencang,” ungkap Nober.

Ia berharap keberadaan mangrove yang ditanam dapat menjadi benteng alami untuk membantu mengurangi pengikisan air laut terhadap kawasan Lapas Geser.

Lebih lanjut, Nober berharap kondisi geografis dan fisik bangunan Lapas yang rentan tersebut dapat menjadi perhatian bersama. Ia juga mendorong agar rencana relokasi Lapas Geser ke ibu kota Kabupaten Seram Bagian Timur di Bula dapat segera direalisasikan demi meningkatkan keamanan serta optimalisasi pelayanan pemasyarakatan.

Di tempat yang sama, Wakil Danramil Geser, Serka A. M. Tella, menegaskan penanaman mangrove merupakan bentuk keterpaduan antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

“Melalui peringatan HUT TNI ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian alam Geser, sekaligus membantu memperkuat benteng alamiah dari abrasi pantai,” ujarnya.

Dukungan terhadap aksi tersebut juga disampaikan Raja Negeri Geser, Suilani Kelian. Ia mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang dinilai penting dalam menjaga kawasan pesisir dari ancaman pengikisan garis pantai.

Menurutnya, manfaat penanaman mangrove tidak hanya dirasakan oleh Lapas Geser, tetapi juga memberikan perlindungan jangka panjang bagi lingkungan dan pemukiman masyarakat di sekitarnya.

“Sinergi seperti inilah yang dibutuhkan untuk memastikan wilayah pesisir kita tetap aman dan lestari,” katanya.

Sementara itu, peserta magang Lapas Geser, Riska Amelia Putri Rumakway, menilai kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus pembelajaran langsung mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

“Selain mencegah abrasi, mangrove yang ditanam nantinya akan menjadi habitat bagi berbagai jenis biota laut. Aksi bersama ini menunjukkan sinergi nyata dalam menjaga lingkungan untuk generasi mendatang, yang juga berdampak langsung pada keamanan Lapas serta keselamatan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi antara Lapas Geser, TNI, Forkopimcam Seram Timur, pemerintah negeri, seluruh stakeholder, dan peserta magang, penanaman mangrove ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menjaga ekosistem pesisir Pulau Geser dari ancaman abrasi. ( CM/ML/**)

0 Komen

Berita Terkait

Tag