post image

Maluku Manggurebe 2026: BI Andalkan Digitalisasi dan QRIS

AMBON,CM — Pemerintah Provinsi Maluku bersama Bank Indonesia terus memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui inovasi, digitalisasi, dan perluasan akses pasar. Upaya tersebut kembali ditegaskan dalam pembukaan Maluku Manggurebe 2026 yang berlangsung di Pattimura Park, Kota Ambon, Jumat (9/10/2026).

Salah satu sorotan dalam kegiatan tahunan yang memasuki penyelenggaraan keenam ini adalah pertumbuhan volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Maluku yang mencapai 629,18 persen hingga Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian tersebut menunjukkan perkembangan penggunaan sistem pembayaran digital sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan efisiensi transaksi.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie,menyampaikan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku atas konsistensinya menyelenggarakan Maluku Manggurebe.

Menurut Gubernur, kegiatan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

UMKM dinilai bukan sekadar menjadi sumber penghidupan masyarakat, tetapi juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong kreativitas, serta meningkatkan nilai tambah berbagai potensi unggulan Maluku.

Karena itu, Maluku Manggurebe diharapkan menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring usaha, meningkatkan kualitas, serta memperluas akses pasar.

Pemerintah Provinsi Maluku juga mendorong pelaku UMKM agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, terutama dalam pemasaran digital dan penggunaan sistem pembayaran nontunai.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas M. Djiwandono dalam sambutan yang disampaikan secara virtual menyatakan, penyelenggaraan Maluku Manggurebe untuk keenam kalinya mencerminkan kuatnya sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, Dekranasda, dan berbagai mitra kerja.

Menurut Thomas, rangkaian Maluku Manggurebe 2026 menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari talkshow, perlombaan, lokakarya, peragaan busana, kurasi dan pameran produk UMKM, hingga edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah serta perluasan penggunaan QRIS.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk daerah, tetapi juga menjadi jembatan bagi UMKM untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, dan meningkatkaac n daya saing. (.CM/ML)

0 Komen